Categories
Parenting

Hak Dan Kewajiban Mama Bekerja

Kehamilan bukan halangan untuk tetap bekerja. Ketahui hak dan kewajiban Mama di tempat kerja agar bisa menjalani kehamilan dan bekerja dengan nyaman. Saat ini banyak Mama yang memilih bekerja meski dalam kondisi hamil. Selama kehamilan Mama tidak bermasalah, dengan kata lain, kondisi Mama dan janin baik-baik saja, maka tak ada salahnya Mama tetap bekerja seperti biasa. “Kehamilan itu, kan, proses normal, bukan penyakit. Maka, hal yang biasanya memang dilakukan ketika belum hamil, tentu boleh tetap dilakukan sekalipun sedang hamil,” ujar dr. Intan Nabila Al Mansyuri dari Poli AMS, RSIA Kemang Medical Care Lain halnya apabila terjadi perdarahan atau flek, dehidrasi yang disebabkan mual muntah hebat (hiperemesis), lanjut Intan, maka mamil tidak boleh bekerja.

Begitu pun pada 1-3 minggu menjelang kelahiran untuk mempersiapkan persalinan yang mungkin terjadi sewaktuwaktu. Meski boleh tetap bekerja, namun mamil juga harus memerhatikan lingkungan tempatnya bekerja. “Hal-hal yang mungkin bisa memengaruhi kehamilan Mama sebaiknya dihindari,” saran Intan. Lingkungan tempat kerja yang panas, berisiko radiasi, asap rokok, tidaklah mendukung proses yang baik selama kehamilan. Jangan lupa, posisi duduk atau/postur saat bekerja juga harus diperhatikan, “karena dapat berdampak buruk di kemudian hari,” imbuh Intan.

9 HAK MAMIL BEKERJA

Karena kondisi spesial mamil inilah, maka Mama perlu mengetahui hak dan kewajiban mamil di tempat kerja agar dapat bekerja dengan nyaman. Berdasarkan UU No. 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, seperti dipaparkan oleh Donna Turner, konsultan karier dan psikologi, mamil memiliki hak sebagai berikut. ® Hak bedrest (bahkan selama kehamilan dan tetap digaji). Mamil dalam status sebagai karyawan, berhak tidak be kerja saat sakit, dengan menyertakan surat keterangan dokter bahwa mamil dirujuk untuk bedrest. Perusahaan juga wajib tetap membayarkan gaji selama karyawan sakit, meskipun kondisi ke sehatan tidak memungkinkan mamil be kerja sebagaimana mestinya. Perusahaan tidak berhak memberhentikan karyawan dengan alasan sakit, jika lama sakit karyawan tidak melampaui 12 bulan terus-menerus.

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah setelah anak tumbuh dewasa dan membutuhkan pendidikan terutama bahasa. Berikan ia pelatihan di lembaga les bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik sehingga memiliki keterampilan khusus mengenai bahasa asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *