Categories
Rumah

Fondasi Rumah Anti Gempa di Jakarta

UNTUK MENJAGANYA tetap kokoh berdiri, bangunan rumah butuh sebuah fondasi. Rumah butuh landasan kokoh yang menjaga bangunan tak terbenam ke dalam tanah. Rumah butuh pengikat yang menjaga bagunan rumah tak bergeser. Fondasi berfungsi sebagai perpanjangan bangunan untuk menjangkau tanah keras di dalam tanah. Fondasi harus berdiri di atas lapisan tanah keras dan stabil agar mampu menahan beban bangunan. Maka, dalam membangun fondasi, tak bisa asal pasang di bawah tanah. Harus ada perhitungan dan pengujian mengenai kondisi tanah, bahkan untuk rumah sederhana sekalipun. “Selain memperhitungkan beban bangunan, untuk menentukan jenis dan ukuran fondasi harus melakukan pengujian tanah, disebut tes sondir. Untuk rumah sederhana, tes ini tidak perlu Terdapat besi jangkar tiap jarak 1 m untuk memperkuat ikatan fondasi dengan balok sloof Lebar bawah fondasi batu kali 60 cm dilakukan di semua titik. Misalnya, untuk rumah di lahan kecil, lebar 6 m sampai 10 m, dan panjang 15 m, pengujian cukup dilakukan di 3 titik,” ujar Teky Kodiasdinata, kontraktor dari Bangun Rumah. Menurut Teky, pengecekan kondisi tanah menjadi penting agar kekuatan struktur bangunan benarbenar terhitung presisi. Tidak asal-asal. Bangunan menjadi aman untuk dihuni. “Kalo sondir memang agak mahal. Biayanya kurang lebih mulai dari Rp 3 juta – Rp 3,5 juta untuk paket 3 titik. Lebih banyak titik, lebih mahal. Tapi demi keamanan pemilik rumah, angkanya tak terlalu besar,” imbuh Teky.

Proses pengujian tanah dilakukan setelah gambar denah selesai dibuat oleh arsitek. Dari pengujian tanah tersebut, baru kemudian bentuk dan dimensi fondasi ditentukan. Tentu dengan mempertimbangkan kondisi lain seperti lahan sekitar, bentuk dan tinggi bangunan. Konstruksi Aman Gempa Untuk rumah 1 lantai, dengan kontruksi sederhana, bentuk dan ukuran fondasi kerap disepelekan. Beban bangunan yang dianggap “relatif kecil” membuat masyarakat tak begitu mempedulikan konstruksi yang benar. Imbasnya, ketika ada gempa atau pergerakan tanah, banyak hunian yang ambruk. Sesuai standar rumah aman gempa, fondasi batu kali minimal mempunyai kedalaman 60 cm, lebar bawah 60 cm, dan lebar atas 30 cm. Sedangkan bawah pondasi juga diisi dengan pasir dan batu kosong sebagai landasan. Konstruksi batu kali harus disusun salin silang, zigzag.

Tujuannya membuat ikatan antarbatu kian kuat. Kemudian, untuk adonan semen perekat batu kali harus menggunakan komposisi 4 bagian pasir dicampur 1 bagian semen. Agar ikatan fondasi dengan struktur rumah (balok sloof) kian kuat, perlu penambahan besi jangkar tiap jarak 1 m. Besi jangkar menggunakan baja tulangan berdiameter 10 mm. Ujungnya ditekuk ke bawah dan posisi tertanam pada fondasi. Besi jangkar lantas ditanam dengan adonan beton. Komposisi beton adalah 3 kerikil, 2 pasir, 1 semen. Proses sambungan fondasi dengan konstruksi rumah utama juga penting. Untuk lebih jelas, berikut infogra? s mengenai konstruksi fondasi yang ideal dan aman untuk rumah Anda. Jangan lupa rumah yang anda bangun tersedia genset. Genset dapat di suppli oleh supplier jual genset jakarta PT Rajawali Indo Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *