Pemerintah Salurkan KUR Sektor Pariwisata

JAKARTA — Pemerintah memperluas jangkauan program kredit usaha rakyat ke sektor pariwisata. Kebijakan itu diambil guna menggenjot industri pariwisata dalam negeri agar dapat meningkatkan cadangan devisa nasional yang sepanjang tahun ini tergerus US$ 13,68 miliar dalam upaya menstabilkan nilai tukar rupiah. “Komite pembiayaan setuju memberi KUR untuk sektor pariwisata,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir di kantornya kemarin. Dengan keputusan ini, pelaku usaha penyokong sektor pariwisata bisa mendapat pinjaman untuk memajukan usahanya. Iskandar mengatakan KUR Sektor Pariwisata dapat diberikan kepada individu dan/atau kelompok usaha dengan plafon sesuai dengan kebutuhan usahanya, baik KUR Mikro maupun KUR Kecil dengan bunga 7 persen. Bank milik negara atau swasta peserta penyalur KUR peserta selama ini akan jadi penyokong dana tersebut. Produk KUR ini juga tak hanya memberikan fasilitas pinjaman ke usaha pemandu wisata, tempat tinggal, cendera mata, dan kuliner. “Tempat pertunjukan seni, pemeran, dan convention center yang menjadi sasaran kunjungan wisatawan juga boleh,” ujar Iskandar. Ekonom dari Universitas Indonesia, Mari Elka Pangestu, mengatakan akses kredit ini juga perlu diseleksi penerimanya. Tanpa seleksi, menurut dia, niat baik ini akan terkesan membagi-bagikan uang saja. “Perlu ada kolaborasi penunjang, seperti pembinaan dan pemberdayaan, agar kapasitasnya meningkat dan tidak cepat tutup,” kata bekas Menteri Pariwisata tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *