GOLKAR HARUS BERSAMA DENGAN PEMERINTAH

GOLKAR HARUS BERSAMA DENGAN PEMERINTAH

melepaskan jabatannya. Kuliah secara resmi dibekukan bulan lalu. Dalam pernyataan yang dikeluarkan kantornya, O’Neill mengatakan saat ini sedang ada penyelidikan untuk menentukan sejauh mana protes mahasiswa ”dipromotori oleh individu-individu di luar organisasi mahasiswa”. ”Penyelidikan juga akan berusaha mengungkap sumber dana dari luar yang telah membiayai protes-protes mahasiswa pekan-pekan belakangan ini,” demikian pernyataan itu. Kegusaran mahasiswa timbul karena hingga kini O’Neill terus mengelak dari perintah penahanan yang dikeluarkan pada 2014. Perintah komisi antikorupsi Papua Nugini ini berkaitan dengan penyelidikan kasus pembayaran jutaan dolar ilegal oleh pemerintah kepada sebuah firma hukum. Tak hanya menghindar, O’Neill kemudian juga membubarkan komisi antikorupsi.

SETYA Novanto menyatakan mendukung pemerintah Presiden Joko Widodo begitu terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2019 dalam musyawarah nasional luar biasa di Nusa Dua, Bali, pertengahan Mei lalu. Ia beralasan, Golkar adalah partai yang berorientasi pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Menurut dia, visi itu sesuai dengan program-program yang diusung Jokowi. ”Supaya pembangunan bisa diwujudkan, Golkar harus bersama dengan pemerintah,” ujar Setya. Pria kelahiran Bandung, 60 tahun silam, itu menuturkan dukungan kepada pemerintah Jokowi bukan untuk mengamankan posisinya dari jeratan hukum atas sejumlah kasus yang pernah membelitnya, di antaranya kasus ”Papa Minta Saham”.

”Saya tidak merasa ada kasus yang memberatkan saya,” tuturnya. Setya mencapai puncak kariernya di Partai Golkar setelah berhasil meraup suara terbanyak dalam pemilihan putaran pertama. Setya meraih 277 suara, sedangkan Ade Komarudin memperoleh 173 suara. Karena Ade mundur sebelum putaran kedua berlangsung, Setya pun ditetapkan sebagai ketua umum. ”Saya bersyukur masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berkontribusi di Partai Golkar. Saya sudah dihantam dan dizalimi sana-sini,” katanya kepada wartawan Tempo Martha Warta Silaban, Wayan Agus Purnomo, Ananda Teresia, dan fotografer Aditia Noviansyah dalam sebuah wawancara pada Jumat dua pekan lalu.

Bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini terlihat santai selama perbincangan yang berlangsung sekitar satu setengah jam di rumahnya yang luas dan megah di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Diselingi senyum dan tawa, ia menceritakan ihwal merapatnya Golkar ke pemerintah, dukungan Golkar di pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, dan tentang rumahnya yang berlantai empat di lahan seluas 1.550 meter persegi itu.

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *